Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaKesehatanPemerintah

Kader Posyandu Kota Cilegon Tampilkan Inovasi dalam Jambore Kesehatan Provinsi Banten 2025

×

Kader Posyandu Kota Cilegon Tampilkan Inovasi dalam Jambore Kesehatan Provinsi Banten 2025

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Sebanyak 30 kader kesehatan dari Kota Cilegon menghadiri kegiatan Jambore Kader Kesehatan Tingkat Provinsi Banten Tahun 2025 yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam mendukung layanan kesehatan primer yang berorientasi pada pencegahan dan promosi kesehatan, Rabu (04/06/2025).

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Para kader dari Kota Cilegon turut ambil bagian dalam lomba dan sesi presentasi dari empat kategori utama, yaitu kader berprestasi, kader inovatif, posyandu berprestasi, dan posyandu inovatif. Masing-masing peserta membagikan pengalaman serta pendekatan inovatif yang mereka terapkan di lingkungan masing-masing.

Kader-kader unggulan dari Kota Cilegon yang tampil dan berbagi gagasan dalam lomba tersebut antara lain:

Jamiatun Nasitoh dari Posyandu Cendrawasih 2, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, menyampaikan presentasi tentang sistem pencatatan sederhana dan partisipatif yang diterapkan di posyandu yang ia dampingi.

Titi Alfiati dari Posyandu Aster 6, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, mengikuti kategori kader berprestasi dengan presentasi tentang integrasi edukasi stunting dalam kegiatan bulanan posyandu.

 

Jufronah dari Posyandu Tulip 7, Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, menyampaikan praktik baik dalam tata kelola dan pelibatan warga sekitar untuk keberlanjutan layanan posyandu.

Tursiani dari Posyandu Kembang Sepatu 8, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, memaparkan inovasi pemetaan kebutuhan gizi berbasis data warga serta kerja sama dengan pelaku usaha makanan sehat lokal.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Rully Kusumawardhany, M.M., dalam wawancara bersama redaksi JURNALKUHP.COM menyampaikan bahwa keterlibatan kader dari Kota Cilegon di jambore ini menunjukkan semangat dan kapabilitas yang kuat. Ia juga merinci bahwa rombongan dari Kota Cilegon terdiri atas tim Dinas Kesehatan, perwakilan PKK Pokja IV, perwakilan forum kader Posyandu, petugas Promkes dari puskesmas, serta 30 orang perwakilan kader Posyandu dari berbagai kecamatan.

 

Kami bangga atas partisipasi kader Cilegon yang hari ini telah tampil dengan penuh semangat dan membawa ide-ide luar biasa. Namun perlu kami sampaikan bahwa hasil akhir lomba belum ditentukan karena masih ada dua kabupaten/kota lagi yang akan tampil besok, yakni Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan, ujar drg. Rully.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan tetap mendampingi para kader hingga pengumuman resmi diumumkan oleh panitia provinsi.

Kami melihat kader posyandu sebagai bagian penting dari sistem pelayanan primer. Mereka tidak hanya memberikan pelayanan rutin, tetapi juga mampu merespons kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang relevan secara lokal, tambahnya.

Selain sesi lomba, kegiatan jambore ini juga menghadirkan materi tematik untuk memperkuat kapasitas kader, di antaranya:

  • Kebijakan transformasi layanan primer, disampaikan oleh Dr. Nimade Diah PLD, MKM dari Direktorat Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
  • Pengelolaan Posyandu, disampaikan oleh Yani Yulianingsih dari UPELKES Banten.

Perwakilan dari Bidang Bina Kesehatan Masyarakat dan UPELKES Banten turut memberikan apresiasi terhadap performa Kota Cilegon dalam konsistensinya membina dan mendampingi kader-kader posyandu.

Sebagai bentuk semangat kolaboratif, para kader dari Kota Cilegon juga menampilkan yel-yel dalam sesi penampilan bebas. Yel-yel tersebut tidak hanya menyemarakkan acara, tetapi juga menggambarkan rasa solidaritas dan komitmen mereka dalam melayani masyarakat.

Dalam wawancara eksklusif bersama redaksi JURNALKUHP.COM, para kader menyampaikan aspirasi dan refleksi terhadap peran mereka dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Titi Alfiati mengatakan, “Kami berharap pemerintah memberikan pelatihan lanjutan yang tidak memberatkan aktivitas harian kami sebagai ibu rumah tangga.”

Jamiatun Nasitoh menuturkan, “Kami ingin Posyandu tidak hanya menjadi tempat timbang balita, tapi pusat edukasi dan data kesehatan keluarga.”

Jufronah mempertanyakan, “Apakah inovasi yang kami jalankan bisa direplikasi di posyandu lain, sehingga manfaatnya terasa lebih luas?”

Tursiani menyampaikan harapannya, “Kami butuh dukungan psikososial karena banyak dari kami mengalami kelelahan emosional akibat tugas sosial yang terus meningkat.”

Keikutsertaan Kota Cilegon dalam Jambore Kader Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2025 bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran, berbagi praktik baik, dan memperkuat jejaring antarwilayah. Kader menjadi ujung tombak dalam upaya transformasi layanan kesehatan berbasis komunitas.

 

Redaksi Jurnal KUHP.

Example 120x600