Lebak, JURNALKUHP.COM- Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 kian menjadi perhatian serius para aktivis di Banten. Pasalnya, program dengan nilai anggaran 20.000.000 Rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementrian PKP tersebut didominasi usulan dari Aspirasi DPR RI.
Salah satu yang menjadi sorotan tajam ialah penyedia barang di Wilayah Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.
Dari hasil penelusuran tim media bersama Pengurus korwil Ormas badak banten Ruswa ilahi di lapangan diketahui Daftar rencana pemanfaatan Bantuan (DRPB) TB. Dua Putri Barokah yang menerapkan harga diatas standar penjualan rata-rata.
” Kami menemukan dugaan Mark’Up harga satuan barang ‘material’ seperti yang sangat mencolok ialah harga pasir dan Cincin besi yang jika di bandingkan dengan harga rata-rata melebihi dikisaran 25% dari harga standar. ” Terang Ruswa
Selain itu, Ruswa juga mempertanyakan kinerja pengawasan dari Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) baik pemberdayaan maupun tehnik yang membiarkan penyimpangan harga dalam DRPB penerima bantuan.
” Apakah ini memang dilakukan PTT atau tidak nanti kita akan gelar audiensi bersama pihak Satuan Kerja (Satker) BSPS Wilayah Banten dalam waktu dekat saya akan layangkan” Ujarnya.
Sementara itu hingga berita ini ditayangkan awak media masih terus berupaya mencari kontak TFL guna komfirmasi lebih lanjut.
(Red





















