Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita NasionalOlahraga

Dari Papan Catur ke Pembentukan Karakter, Wagub Banten Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini

×

Dari Papan Catur ke Pembentukan Karakter, Wagub Banten Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembinaan olahraga catur sejak usia dini. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten tidak hanya penting untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Achmad Dimyati saat membuka Kejuaraan Catur tingkat Provinsi Banten di pelataran Sosoro Mall Merak, Kota Cilegon, Sabtu (8/8/2026).

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Dimyati menilai permainan catur memiliki nilai edukatif yang relevan dengan pembentukan pola pikir anak. Setiap langkah dalam permainan menuntut pemain untuk mempertimbangkan risiko, menyusun strategi, menjaga pertahanan, serta mengambil keputusan berdasarkan perhitungan.

“Karena di permainan catur itu kita banyak belajar bagaimana bisa bertahan dari serangan, melangkah dengan perhitungan jangka panjang dan memperkuat pertahanan,” ujar Dimyati.

Menurutnya, filosofi tersebut dapat diterapkan dalam proses pembinaan anak dan atlet muda. Catur, kata dia, tidak semata-mata menjadi aktivitas kompetitif, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk melatih ketekunan, konsistensi, kemampuan berpikir strategis, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi.

Dimyati berharap pembinaan yang berkelanjutan dapat menciptakan ekosistem catur yang semakin kuat di Provinsi Banten. Untuk itu, keterlibatan pemerintah, organisasi olahraga, sekolah, komunitas, keluarga, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai diperlukan.

Ia juga mendorong agar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan catur terus diperbanyak, mulai dari kejuaraan, festival, hingga kegiatan pembinaan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan mereka.

“Di dalam catur juga kita diajarkan bagaimana pion-pion itu di tengah keterbatasan bidak yang ia lalui, namun dengan konsistensi ia bisa sukses menjadi apa pun yang diinginkan,” jelasnya.

Ratusan Atlet dari Delapan Kabupaten dan Kota

Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon Hasan Saidan mengatakan, Kejuaraan Catur tingkat Provinsi Banten tersebut diikuti ratusan atlet yang berasal dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia 7 hingga 19 tahun. Selain kategori usia muda, kejuaraan tersebut juga mempertandingkan kategori senior yang terbuka untuk umum serta kategori veteran.

Menurut Hasan, kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pembinaan olahraga catur di Banten memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini semakin banyak para pecatur baru yang akan meramaikan kejuaraan yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Kejuaraan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengukur kemampuan di tingkat provinsi. Kompetisi semacam ini dinilai penting sebagai bagian dari proses pembinaan, terutama bagi atlet yang diproyeksikan untuk mengikuti pertandingan pada jenjang yang lebih tinggi.

Membangun Ekosistem Catur yang Berkelanjutan

Dorongan terhadap pembinaan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun keberlanjutan prestasi olahraga. Dalam konteks catur, proses tersebut tidak hanya membutuhkan kompetisi, tetapi juga pembinaan yang terarah, pelatih yang kompeten, kesempatan bertanding yang cukup, serta dukungan dari lingkungan keluarga dan institusi pendidikan.

Kejuaraan tingkat provinsi dapat menjadi salah satu tahapan untuk menemukan sekaligus mengembangkan talenta-talenta potensial dari berbagai daerah di Banten.

Dengan semakin banyaknya ruang kompetisi dan pembinaan, para pecatur muda diharapkan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan secara bertahap. Pada saat yang sama, kompetisi juga dapat menjadi sarana membangun mental bertanding dan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam.

Bagi Banten, penguatan pembinaan catur sejak usia dini bukan hanya tentang mengejar gelar juara, tetapi juga tentang menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir strategis, disiplin, konsisten, dan mampu mengambil keputusan secara matang.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat regenerasi atlet sekaligus menjaga keberlanjutan prestasi catur Banten di tingkat nasional maupun pada jenjang kompetisi yang lebih tinggi. (Zain/red).

Example 120x600