CILEGON, JURNALKUHP.COM — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, S.Pd., MM, memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam temu wawancara di Kantor BPBD Kota Cilegon.
Dalam penyampaian nya, Suhendi menegaskan bahwa Cilegon merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang kompleks sehingga memerlukan sistem penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Menurut Suhendi, secara geografis dan aktivitas industri yang berkembang pesat, Kota Cilegon berhadapan dengan potensi bencana alam, non-alam, hingga bencana sosial.
Bencana alam meliputi gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga potensi letusan gunung api. Sementara bencana non-alam dapat berupa kegagalan teknologi dan bencana industri, serta bencana sosial seperti pandemi COVID-19 yang pernah terjadi.

“Dengan karakteristik tersebut, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial.
Harus ada keterpaduan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh unsur relawan kebencanaan,” ujar Suhendi.
Ia menjelaskan, BPBD Kota Cilegon memiliki tiga fungsi utama dalam penanggulangan bencana, yakni fungsi koordinasi, fungsi komando, dan fungsi evakuasi.
Ketiga fungsi ini terus dijalankan secara konsisten dari tahun ke tahun, termasuk sepanjang 2025, sebagai bentuk kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana.
Dalam fungsi koordinasi, BPBD berperan mengonsolidasikan seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Diskominfo, hingga unsur TNI-Polri dan organisasi relawan.
Saat terjadi kondisi darurat, BPBD menerapkan Incident Command System (ICS) atau sistem komando insiden yang ditetapkan oleh Wali Kota untuk memastikan seluruh unsur bergerak secara terorganisir dan efektif.
Sementara itu, pada fungsi evakuasi, BPBD terjun langsung ke lapangan untuk mengevakuasi warga terdampak, menyelamatkan aset vital, serta menekan risiko korban jiwa dan kerugian materiil.
Proses ini dilakukan bersama unsur relawan seperti Tagana, Destana (Desa Tangguh Bencana), PMI, Pramuka, serta masyarakat setempat.
Sepanjang tahun 2025, BPBD Kota Cilegon menangani sejumlah kejadian bencana, di antaranya banjir di beberapa wilayah permukiman, pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, serta tanah longsor di daerah rawan. Dalam setiap kejadian, BPBD melakukan respons cepat berupa evakuasi warga, pendistribusian bantuan logistik dan kebutuhan dasar, serta koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan dan pemulihan.
Tak hanya itu Suhendi menambahkan Selama tahun 2025 Kota Cilegon mendapatkan bantuan 4 tower peringatan dini Sunami yang di pasang di berbagai titik 4 kelurahan, kelurahan gerem, kelurahan Grogol, kelurahan kubang sari, kelurahan mekarsari. BNPB Pusat juga telah memberikan 1 unit mobil Rescue kepada BPBD Cilegon.
Lebih lanjut, Suhendi menegaskan bahwa penanggulangan bencana dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana.
Pada tahap pra-bencana, BPBD fokus pada mitigasi risiko melalui edukasi kebencanaan, simulasi penanggulangan bencana, pemetaan wilayah rawan, serta penguatan kapasitas masyarakat melalui pembentukan dan pembinaan Desa Tangguh Bencana.
Tahap tanggap darurat dilakukan dengan pengerahan personel dan sumber daya secara cepat dan terkoordinasi, sedangkan tahap pasca-bencana difokuskan pada pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bersama perangkat daerah terkait.
“Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat terlindungi, dampak bencana dapat diminimalkan, dan proses pemulihan bisa berlangsung cepat serta berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui paparan capaian kinerja tahun 2025 ini, BPBD Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem penanggulangan bencana yang tangguh, responsif, dan adaptif, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan masyarakat serta mendukung keberlangsungan pembangunan Kota Cilegon.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi























