CILEGON, JURNALKUHP.COM – Upaya penanganan dan pencegahan banjir terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cilegon (BPBD).
Salah satu langkah yang tengah didorong adalah program penghijauan dan penanaman pohon yang memiliki kemampuan menyerap air guna mengurangi potensi genangan saat musim hujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cilegon, Drs.H.Damanhuri, menjelaskan bahwa penanaman pohon menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam upaya pengendalian banjir di wilayah Cilegon.

Menurutnya, pohon memiliki fungsi penting dalam menyerap air hujan sehingga aliran air tidak langsung turun ke permukaan tanah yang berpotensi menimbulkan genangan.
“Supaya memang ketika ada pohon yang bisa menyerap air, artinya saat hujan turun air tidak langsung mengalir begitu saja. Dengan adanya pohon, air bisa lebih banyak terserap ke dalam tanah,” ujar Damanhuri saat menyampaikan keterangan di kantor BPBD Cilegon, Selasa (10/03/2026).
Ia menambahkan bahwa upaya penghijauan tersebut tidak bisa memberikan hasil secara instan. Diperlukan waktu agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dan berfungsi maksimal dalam menyerap air.


“Memang persoalannya kita membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga tahun agar penghijauan tersebut benar-benar bisa memberikan dampak yang signifikan,” jelasnya.
Damanhuri juga mengakui bahwa saat ini beberapa wilayah di Cilegon masih menghadapi dampak dari intensitas hujan yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi BPBD bersama instansi terkait untuk terus meningkatkan upaya mitigasi bencana.
Selain langkah teknis seperti penghijauan, BPBD juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, serta instansi terkait lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Dalam kesempatan yang sama, suasana kebersamaan juga terlihat di lingkungan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cilegon dalam agenda bukber (buka bersama). Kegiatan yang berlangsung tersebut menjadi momen untuk mempererat hubungan antarpegawai sekaligus memperkuat semangat kerja dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana.
Kegiatan kebersamaan tersebut diikuti oleh para pegawai BPBD sebagai bagian dari upaya menjaga solidaritas dan kekompakan di lingkungan kerja. Momentum ini dinilai penting, terutama setelah para petugas BPBD bekerja intensif dalam menangani berbagai kejadian bencana yang terjadi di wilayah Cilegon.
Menurut Damanhuri, kebersamaan antar pegawai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan koordinasi dan kesiapan tim ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.
“Kebersamaan ini penting agar seluruh jajaran BPBD tetap solid dan siap ketika harus turun langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
BPBD Cilegon sendiri terus mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan, salah satunya dengan melakukan penanaman pohon serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi bencana seperti banjir dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga dampaknya dapat di minimalkan di masa mendatang.
Reporter: Shinta Berlian























