Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Advokasi & PersidanganArtikel Hukum

Alur Persidangan Tingkat Pertama dalam Perkara Pidana

×

Alur Persidangan Tingkat Pertama dalam Perkara Pidana

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Artikel Hukum & Persidangan
Penulis: Pimpinan Redaksi JURNALKUHP.COM

Dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, proses persidangan di tingkat pertama harus melalui berbagai tahapan administrasi dan hukum sebelum akhirnya masuk ke tahap pemeriksaan di pengadilan. Berdasarkan alur persidangan yang tercantum dalam gambar, berikut adalah penjelasan mengenai tahapan-tahapan tersebut:

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

1. Pelimpahan Berkas oleh Jaksa

Jaksa sebagai pihak penuntut umum memiliki peran penting dalam proses persidangan pidana. Jaksa melimpahkan berkas perkara baik secara fisik maupun elektronik melalui aplikasi e-Berpadu kepada petugas PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa perkara tersebut dapat segera diproses oleh pengadilan.

2. Verifikasi oleh Panitera Muda Pidana

Setelah menerima berkas dari jaksa, Panitera Muda Pidana bertugas untuk meneliti kelengkapan berkas perkara, termasuk barang bukti. Jika berkas memenuhi syarat, panitera akan melakukan verifikasi dan melanjutkan ke tahap berikutnya.

3. Registrasi oleh Staf Pidana

Staf pidana bertugas menginput data perkara ke dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), sekaligus memberikan nomor perkara dan mencatatnya dalam register. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa perkara terdokumentasi dengan baik dalam sistem peradilan.

4. Penetapan Majelis Hakim oleh Ketua/Wakil Ketua Pengadilan

Setelah perkara terdaftar, Ketua atau Wakil Ketua Pengadilan melakukan penetapan Majelis Hakim yang akan menangani perkara tersebut. Tahapan ini memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari tergantung pada kompleksitas perkara yang ditangani.

5. Penunjukan Panitera Pengganti

Setelah Majelis Hakim ditetapkan, Panitera akan menunjuk seorang Panitera Pengganti yang bertanggung jawab membantu hakim dalam administrasi persidangan, termasuk pencatatan jalannya sidang.

6. Penyerahan Berkas ke Majelis Hakim

Setelah panitera pengganti ditunjuk, berkas perkara diserahkan kepada Majelis Hakim. Pada tahap ini, hakim akan melakukan penelaahan dan membuat penetapan jadwal sidang serta keputusan mengenai penahanan terdakwa apabila diperlukan.

7. Pemberitahuan Jadwal Sidang oleh Jaksa

Setelah jadwal sidang ditetapkan oleh hakim, jaksa penuntut umum bertanggung jawab untuk memberitahukan terdakwa mengenai jadwal persidangan dan memastikan kehadiran terdakwa di persidangan.

8. Pelaksanaan Sidang dan Pembacaan Putusan

Sidang kemudian dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hakim memimpin jalannya persidangan hingga akhirnya memberikan putusan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama proses persidangan.

Kesimpulan

Proses persidangan tingkat pertama dalam perkara pidana memiliki tahapan yang cukup panjang dan kompleks. Setiap tahapan dilakukan untuk memastikan bahwa persidangan berjalan sesuai dengan hukum acara yang berlaku, memberikan kepastian hukum bagi para pihak, serta menjamin keadilan dalam proses peradilan pidana.

Example 120x600