Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaMahasiswaPemerintah

Merdeka Bicara, Ruang Temu Gagasan dan Etika Demokrasi Muda, Robinsar-Fajar Ajak Mahasiswa Pro-Aktif

×

Merdeka Bicara, Ruang Temu Gagasan dan Etika Demokrasi Muda, Robinsar-Fajar Ajak Mahasiswa Pro-Aktif

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Menandai 100 hari kerja kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Pemerintah Kota Cilegon meluncurkan program bertajuk Merdeka Bicara, sebuah forum dialog terbuka antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 12 Juli 2025, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota ini menjadi momentum penting dalam mendorong partisipasi publik, khususnya dari kalangan intelektual muda.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen nyata untuk menyerap aspirasi dan kritik dari mahasiswa sebagai bagian dari pilar demokrasi.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Kami ingin mendengar dan menyerap apa yang menjadi pemikiran teman-teman mahasiswa. Saran dari mahasiswa tentu sangat berarti. Insyaallah, selama itu baik, akan kami akomodasi. Kami ingin berdiskusi secara terbuka,” ujar Robinsar di hadapan peserta forum.

Tak hanya menyampaikan komitmen terhadap transparansi, Robinsar juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak alergi terhadap kritik. Menurutnya, pembangunan Kota Cilegon membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk suara kritis dari kampus.

“Kami tidak anti kritik. Justru kami sangat membutuhkan masukan dari seluruh elemen masyarakat. Karena membangun Cilegon tidak bisa dilakukan sendiri, kami butuh dukungan, baik gagasan maupun tenaga dari semua kalangan. Ke depan, forum ini akan kami gelar setiap tiga bulan sekali,” tambahnya.

Forum ini menjadi cerminan dari pendekatan pentahelix yang diusung Pemerintah Kota Cilegon, yakni membangun daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat.

Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, turut menyoroti pentingnya forum seperti Merdeka Bicara sebagai ruang evaluasi dan refleksi bagi pemerintahan.

“Kami senang dengan forum seperti ini. Teman-teman mahasiswa bisa menyampaikan masukan, kritik, dan saran membangun, terutama sebagai refleksi atas 100 hari kerja kami,” katanya.

Meski bersifat terbuka, Fajar mengingatkan pentingnya etika dalam menyampaikan pendapat.

“Meski forum ini bersifat semi-formal dan terbuka, kami berharap teman-teman mahasiswa tetap mengedepankan etika dan kesopanan dalam berbahasa,” tegasnya.

Paparan Capaian 100 Hari Kerja

Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang pertanggungjawaban publik atas kinerja 100 hari pertama pemerintahan Robinsar–Fajar. Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Maman Mauludin, menyampaikan bahwa enam program prioritas telah dijalankan, dengan capaian realisasi mencapai 93 persen.

“Hari ini kami fokus pada pemaparan enam program utama yang telah dijalankan selama 100 hari kerja. Ini bagian dari transparansi dan akuntabilitas kami kepada masyarakat,” jelas Maman.

Beberapa program yang disorot meliputi peningkatan layanan publik, penataan kawasan industri, digitalisasi pemerintahan, serta penguatan UMKM lokal.

Dihadiri Organisasi Mahasiswa dan Pejabat Daerah

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Daerah I, II, dan III, jajaran eselon II dan III Pemerintah Kota Cilegon, serta tujuh organisasi kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cilegon, termasuk perwakilan BEM, HMI, GMNI, dan KAMMI.

Para mahasiswa yang hadir menyambut baik forum tersebut, meskipun beberapa di antaranya juga menyampaikan kritik konstruktif terkait tata kelola lingkungan, keterbukaan informasi, dan akses pendidikan.

Dengan hadirnya forum Merdeka Bicara, Pemerintah Kota Cilegon tampaknya sedang membuka babak baru dalam membangun komunikasi yang sehat dengan generasi muda dan kelompok kritis. Namun, konsistensi pelaksanaan forum ini ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah sekadar simbolik atau benar-benar menjadi kanal aspirasi yang berdampak. (*).

Example 120x600