CILACAP, JURNALKUHP.COM — Aroma busuk kejahatan terorganisir kembali menyeruak dari jantung kota Cilacap! Dua wartawan online, inisial SJ dan ZL, ditangkap dalam operasi kontroversial, namun kasus ini justru membuka kotak pandora lebih besar: SIAPA SEBENARNYA DALANG PEREDARAN ROKOK ILEGAL BERNILAI MILIARAN?

Aliansi Solidaritas Wartawan Online Jawa Tengah, yang berisi media-media kawakan dan independen, menyatakan perang terhadap praktik hukum yang dinilai tebang pilih dan tidak adil. Mereka secara resmi melaporkan sosok ‘J’ — yang diduga kuat sebagai pelaku utama penjualan rokok ilegal tanpa cukai — ke Polresta Cilacap. Saat di wawancarai oleh Redaksi JURNALKUHP.COM, Jum’at 04 April 2025.

“Ini bukan sekadar kasus pemerasan. Ini soal keadilan yang dilacurkan dan hukum yang dibungkam!” tegas Angger Suhodo, juru bicara aliansi, usai menyerahkan surat pengaduan resmi.
Rokok ilegal merek Sun Mile diduga disalurkan secara bebas oleh ‘J’ tanpa cukai, melanggar Pasal 54 UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang dengan tegas mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal 10 kali lipat nilai cukai.

Namun, alih-alih aparat mengusut tuntas sang penjual, yang justru dijadikan target adalah dua jurnalis yang mencoba mengungkap kebusukan tersebut.
“Kami tidak membela kesalahan siapapun, tapi jika ada wartawan yang diduga memeras, mengapa penjual barang ilegalnya tak juga ditangkap? Di mana logika hukum kita?” tanya Teguh Supriyanto, Ketua DPW IWOI Jawa Tengah.
Aliansi menuding adanya potensi penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan. “Ini bisa jadi preseden berbahaya: wartawan dibungkam, pelaku utama dilindungi!” lanjut Angger.
Saat ini, surat pengaduan telah dikirim ke Kanwil Bea Cukai, Polda Jateng, dan Kejaksaan Tinggi Semarang, sebagai bentuk desakan agar kasus ini tidak dikubur dalam lemari gelap aparat.
Pihak aliansi juga menegaskan, “Kami siap turun ke jalan jika penegakan hukum tidak berjalan adil. Rokok ilegal itu bukan hanya soal pajak negara, tapi soal kedaulatan hukum!”
Warga Cilacap dan seluruh Indonesia kini menanti: akankah hukum ditegakkan untuk semua, atau hanya jadi alat pukul bagi yang tak berkuasa.
Reporter: Sudirlam
Editor: Redaksi Jurnal KUHP.























