Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BudayaHari Besar IslamHari Besar NasionalPemkot CilegonRemajaSosial

Wakil Wali Kota Cilegon Buka Muharram Culture Fest 2026, Tegaskan Kebudayaan Harga Mati yang Harus Diperjuangkan

×

Wakil Wali Kota Cilegon Buka Muharram Culture Fest 2026, Tegaskan Kebudayaan Harga Mati yang Harus Diperjuangkan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, secara resmi membuka gelaran Muharram Culture Fest (MCF) 2026 di Alun-Alun Kota Cilegon, Kamis (25/6/2026). Festival budaya tahunan yang menjadi ruang pertemuan antara nilai spiritual, tradisi, dan ekspresi kebudayaan masyarakat tersebut tahun ini mengusung tema “Tirta Nawasanga.”

Pembukaan berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan rangkaian seremoni budaya yang sarat makna. Salah satu prosesi utama yang menjadi perhatian masyarakat adalah Ruwat Jagad Muharram serta ritual penyatuan air dari sembilan sumber mata air bersejarah yang melambangkan kesatuan, kehidupan, kesucian, dan keberlanjutan peradaban masyarakat Cilegon.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Dalam sambutannya, Fajar Hadi Prabowo menegaskan bahwa menjaga dan merawat warisan budaya merupakan sebuah keharusan yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi penting yang membentuk karakter dan identitas suatu daerah.

“Warisan budaya adalah identitas kita. Menjaganya adalah harga mati yang harus terus kita perjuangkan. Di tengah derasnya modernisasi, kita tidak boleh tercerabut dari akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” tegasnya.

Ia menilai keberadaan Muharram Culture Fest memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai budaya sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat di tengah dinamika perkembangan Kota Cilegon sebagai kota industri.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa festival tersebut bukan sekadar agenda budaya dan keagamaan, melainkan wadah untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.

“Festival ini bukan hanya perayaan budaya dan spiritualitas, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun kebersamaan seluruh elemen masyarakat Cilegon,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Fajar juga mengungkapkan rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon periode saat ini.

Menurutnya, sejumlah kemajuan yang mulai dirasakan masyarakat merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah serta dukungan aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan.

“Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Robinsar-Fajar, Pemerintah Kota Cilegon terus menunjukkan progres dan capaian positif di berbagai sektor. Ini menjadi bukti bahwa dengan persatuan dan kolaborasi, kita mampu membawa Cilegon ke arah yang lebih maju tanpa meninggalkan akar budaya kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, dalam laporannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan Muharram Culture Fest 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dewan Kebudayaan, komunitas seni dan budaya, pemerintah daerah, tokoh adat, hingga masyarakat.

Menurutnya, festival tahun ini dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana refleksi spiritual dan penguatan memori kolektif masyarakat terhadap akar peradaban yang telah diwariskan para leluhur.

“Muharram Culture Fest 2026 mengangkat tema Tirta Nawasanga yang merepresentasikan sembilan mata air kehidupan, sembilan nilai kebajikan, sekaligus simbol sumber peradaban yang menghidupi Cilegon sejak masa lampau. Ini bukan sekadar festival, tetapi gerakan kebudayaan untuk merawat ingatan, memperkuat identitas, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di masa depan,” ujar Ayatullah.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan MCF 2026 meliputi Ruwat Jagad Muharram, santunan anak yatim, Pawai Obor Muharram, Paseban Budaya, Nobar Golok Pusaka, pertunjukan seni tradisi, pameran budaya, hingga berbagai aktivitas komunitas kreatif yang digelar selama dua hari.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sepanjang pembukaan festival. Ribuan warga dari berbagai wilayah di Kota Cilegon memadati kawasan Alun-Alun untuk menyaksikan prosesi pembukaan sekaligus mengikuti berbagai kegiatan budaya yang telah disiapkan panitia.

Mengusung semangat “Satu Air, Satu Hati, Satu Cilegon,” Muharram Culture Fest 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat harmoni sosial, menjaga persatuan masyarakat, serta meneguhkan identitas Cilegon sebagai kota industri yang tetap kokoh mempertahankan akar budaya, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

(Red)

Example 120x600