CILEGON, JURNALKUHP.COM – Keluarga besar Jurnal KUHP menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Almarhumah Ruihah (60), warga Lingkungan Kramat Jati RT 05 RW 02, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka bakar serius pascakejadian kebocoran tabung LPG 3 kilogram.


Rasa belasungkawa tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Redaksi Jurnal KUHP, Zainal Mutakin, yang turut mendampingi Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori dan Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun saat melakukan takziah ke rumah duka pada Minggu (7/6/2026) malam.

Menurut Zainal, musibah yang menimpa keluarga Almarhumah Ruihah, ibu dari sahabat seprofesi jurnalis kota Cilegon menjadi duka bersama yang mengingatkan pentingnya kepedulian sosial serta perhatian terhadap keselamatan di lingkungan rumah tangga.

“Atas nama keluarga besar Jurnal KUHP, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhumah Ibu Ruihah. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan khusus sahabat kami sesama Jurnalis/Wartawan serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Zainal.
Ia mengatakan, kehadiran jajaran TNI dan Polri di rumah duka merupakan bentuk nyata kepedulian aparat kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.


“Kami melihat langsung bagaimana Bapak Dandim dan Bapak Wakapolres hadir memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Ini merupakan bentuk empati yang sangat baik dan patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa TNI dan Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pengamanan tetapi juga dalam situasi kemanusiaan,” katanya.
Zainal menambahkan, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan tabung LPG dan perlengkapan pendukungnya di rumah.
Menurutnya, edukasi mengenai keselamatan penggunaan gas elpiji perlu terus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan menimbulkan korban jiwa.
“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dan rutin memeriksa kondisi tabung, regulator maupun selang gas di rumah. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori dan Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban serta memberikan dukungan moril kepada para anggota keluarga yang masih berduka.
Sebagaimana diketahui, Almh. Ruihah menjadi korban paling parah dalam insiden kebocoran LPG yang terjadi pada 27 Mei 2026. Korban mengalami luka bakar serius di bagian wajah, tangan, dan kaki hingga akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Selain Almh. Ruihah, tiga anggota keluarga lainnya juga mengalami luka bakar dan hingga kini masih menjalani masa pemulihan pascaoperasi.

Turut menyampaikan belasungkawa, Salah satu Penasehat Hukum Jurnal KUHP yang hadir, Moch. Mulyadi, S.H. atau biasa disapa Kimung, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa keluarga almarhumah. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kami keluarga besar Jurnal KUHP turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhumah Ibu Ruihah, Ibunda dari sahabat kami, Semoga segala amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” ujar Kimung.
Menurutnya, musibah tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah tangga, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan tabung LPG.
Senada dengan itu, wartawan Jurnal KUHP Biro Cilegon, Ade Maftuhi, juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap seluruh anggota keluarga yang masih menjalani pemulihan dapat segera diberikan kesembuhan.
“Kami turut berbelasungkawa atas kepergian Almarhumah Ibu Ruihah. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan saudara-saudara kita yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Kehadiran berbagai pihak yang memberikan dukungan moril hari ini menjadi bukti bahwa masyarakat Cilegon memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama,” kata Ade.
Ade menambahkan, musibah tersebut hendaknya menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih memperhatikan aspek keselamatan di rumah, termasuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap tabung gas, regulator, dan selang LPG guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
Keluarga besar Jurnal KUHP berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa-masa sulit tersebut. Di sisi lain, musibah ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan penggunaan LPG di lingkungan rumah tangga guna mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. (Red).




















