SERANG, JURNALKUHP.COM — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni melakukan pendampingan kepada lansia sebatang kara di Kampung Keganteran, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (18/5/2026). Perempuan bernama Masita (78) itu mengalami sakit selama bertahun-tahun namun kurang mendapatkan perhatian.
Masita menderita sakit selama kurang lebih 15 tahun akibat stroke yang membuatnya tidak bisa berjalan. Untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju kamar mandi, ia hanya bisa bergerak dengan cara mengesot di lantai.
Ia juga diketahui tidak memiliki anak. Suaminya juga telah lama meninggalkan dirinya sejak sakit. Untuk makan sehari-hari, Masita mengandalkan bantuan tetangga dan warga yang mengenalnya.
Di dalam rumah yang nyaris kosong tanpa perabotan itu, Masita tidur di atas alas kasur tipis yang diletakkan tepat di depan pintu rumah. Posisi itu dipilih agar dirinya lebih mudah menjangkau air yang berada di bagian luar rumah untuk kebutuhan sehari-hari.
Tak banyak barang di rumah tersebut. Hanya terlihat kompor sederhana dan beberapa alat makan seadanya. Kondisi rumah yang sepi menggambarkan kehidupan Masita yang telah lama dijalani seorang diri.
Saat kunjungan berlangsung, suasana haru terlihat ketika kakak kandung Masita, Rasyid (80), menceritakan kondisi adiknya kepada rombongan TP PKK Provinsi Banten dan Kota Serang.
Tinawati Andra Soni bersama Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi, serta Wakil Ketua TP PKK Kota Serang Anisa Agis tampak beberapa kali terdiam menahan tangis saat berdialog dengan Masita dan keluarganya. Tinawati mengatakan, PKK sebagai mitra strategis pemerintah akan berupaya mengoordinasikan persoalan warga yang membutuhkan perhatian kepada instansi terkait, baik di tingkat provinsi maupun Kota Serang.
“PKK sebagai mitra strategis pemerintah akan mengoordinasikan permasalahan warga seperti ini kepada instansi pemerintah baik di tingkat provinsi maupun Kota Serang,” kata Tinawati.
Warga sekitar, Heriah (50) mengatakan selama ini masyarakat di lingkungan tersebut berupaya membantu kebutuhan Masita. Bahkan, kebutuhan makan Masita sebagian besar dipenuhi dari bantuan warga sekitar.
“Kami di kampung sering melihat dan sesekali nengok keadaan Ibu Masita. Kadang minta air. Orang-orang yang kenal juga perhatian,” ujarnya.
“Kadang dikasih makanan sama tetangga. Kalau ada orang lewat suka minta makanan atau uang seperlunya untuk makan,” katanya menambahkan.
Dalam kegiatan tersebut, Tinawati dan rombongan juga mengunjungi keluarga berisiko stunting di wilayah yang sama. Mereka mendatangi bayi bernama Zaki Mubarok yang baru berusia dua bulan, anak kelima pasangan Zumrik dan Muriah.
Kepada keluarga tersebut, jajaran PKK memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemberian makanan tambahan, pola pengasuhan anak, serta penggunaan KB untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Tinawati mengatakan, pemenuhan gizi tambahan tetap penting dilakukan agar anak terhindar dari risiko stunting.
Ia juga meminta keluarga memanfaatkan layanan pemerintah setempat. Di sana ada kader posyandu dan layanan puskesmas apabila membutuhkan pendampingan terkait kesehatan ibu dan anak.
“Dalam pemenuhan makanan tambahan sangat penting agar anak terhindar dari stunting,” ujarnya saat berdialog dengan Muriah. (Red).





















