SERANG, JURNALKUHP.COM — Ketua IKA Permahi Banten, Bahtiar Rifai, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Banten bersama Srikandi DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Banten, Selasa (7/4/2026).
Menurut Bahtiar, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam memperkuat komitmen bersama melawan praktik politik uang sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi di Provinsi Banten.

Ia menegaskan bahwa Permahi sebagai organisasi kader memiliki doktrin untuk mencetak profesi hukum yang handal, profesional, dan berintegritas. Oleh karena itu, Permahi tidak hanya berperan dalam proses pengkaderan, tetapi juga aktif memberikan kontribusi pemikiran dalam perbaikan sistem penegakan hukum, khususnya dalam konteks penegakan hukum pemilu.
“Kegiatan ini patut diapresiasi karena mampu menghadirkan ruang kolaboratif antara mahasiswa hukum dan Bawaslu dalam membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga demokrasi yang bersih,” ujar Bahtiar.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan demokrasi, baik dalam pemilihan presiden dan wakil presiden, legislatif, maupun pemilihan kepala daerah, sangat bergantung pada integritas penyelenggara pemilu, khususnya Bawaslu sebagai lembaga pengawas.

Bahtiar juga mendorong agar Bawaslu terus memastikan seluruh regulasi kepemiluan dijalankan secara konsisten dan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran.
“Bawaslu harus hadir sebagai garda terdepan dalam memastikan aturan kepemiluan dilaksanakan secara benar dan tegas terhadap siapa pun yang melanggar,” tegasnya.
Ia turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pemilu ke depan. Menurutnya, pelaksanaan pemilu tahun 2029 harus mampu lebih baik dibandingkan pemilu 2024, baik dari sisi transparansi, integritas, maupun keadilan.
Dengan adanya kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bahtiar berharap akan semakin memperkuat sinergi antara mahasiswa dan penyelenggara pemilu dalam menciptakan sistem demokrasi yang lebih matang, bersih, dan berkeadilan di masa mendatang. (Zain/red).























