Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BGN

Menu SPPG Dapur Ciluluk Disorot, Aktivis Banten Desak Audit oleh BGN

×

Menu SPPG Dapur Ciluluk Disorot, Aktivis Banten Desak Audit oleh BGN

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP.COM – Sajian menu dalam program pemenuhan gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Ciluluk, Desa Kesik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menjadi perhatian setelah beredar informasi mengenai komposisi makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, menu yang disajikan kepada penerima manfaat terdiri dari satu buah apel, satu iris tempe, dan sepotong daging ayam. Komposisi menu tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai kesesuaian dengan standar pemenuhan gizi serta standar pembiayaan dalam program tersebut di wilayah Kabupaten Lebak.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Menanggapi hal tersebut, aktivis Banten Agus Kuncir angkat bicara. Ia menilai bahwa dalam aturan Badan Gizi Nasional (BGN), menu dalam program pemenuhan gizi tidak dibenarkan diseragamkan tanpa memperhatikan kebutuhan dan porsi bagi setiap kelompok penerima manfaat.

“Dalam aturan BGN jelas bahwa porsi besar dan porsi sedang itu harus berbeda. Tidak boleh diseragamkan begitu saja. Harus ada penyesuaian dengan kebutuhan gizi masing-masing penerima,” ujar Agus saat dimintai tanggapan, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, jika menu yang diberikan tidak sesuai dengan standar porsi dan ketentuan yang telah ditetapkan, maka hal tersebut perlu segera dilakukan evaluasi oleh pihak terkait.

Agus juga menyatakan akan melaporkan temuan tersebut kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN) agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengelolaan dapur SPPG tersebut.

“Saya akan melaporkan dapur SPPG tersebut ke BGN. Selain itu saya juga mendorong Satgas BGN dan Korwil segera turun ke lapangan untuk melakukan audit terhadap dapur tersebut, agar program pemenuhan gizi ini berjalan sesuai aturan dan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Dapur Ciluluk maupun pihak terkait lainnya masih dalam upaya konfirmasi untuk memberikan penjelasan mengenai standar menu dan mekanisme penyajian dalam program tersebut di wilayah Kecamatan Banjarsari.

 

Editor : Redaksi biro kb lebak

Example 120x600