Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaMerdeka BicaraNasionalPemkot Cilegon

Merdeka Bicara di Kota Cilegon: Warga Panggung Rawi Suarakan Kritik soal Banjir, dan Lapangan Kerja

×

Merdeka Bicara di Kota Cilegon: Warga Panggung Rawi Suarakan Kritik soal Banjir, dan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Seorang warga Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi lingkungan dan minimnya lapangan pekerjaan selama satu tahun terakhir kepemimpinan Pemerintah Kota Cilegon.

Dalam wawancara pada Rabu (25/02/2026), Andi (40), warga Panggung Rawi, menilai belum ada perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat, khususnya terkait persoalan banjir dan kesempatan kerja bagi warga lokal.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Untuk sementara ini, pemerintah belum ada yang terealisasi. Buktinya banjir masih di mana-mana, belum ada solusi yang tepat,” ujar Andi.

Ia menyebut beberapa wilayah yang masih terdampak banjir di antaranya Kelurahan Kranggot dan kawasan Metro di Kota Cilegon. Menurutnya, persoalan sampah yang belum tertangani dengan baik juga menjadi salah satu penyebab banjir.

“Banyak sampah-sampah yang mungkin warga juga belum menyadari, tapi tetap saja perlu solusi konkret dari pemerintah,” katanya.

Kesulitan Kerja di Usia 40 Tahun

Selain persoalan lingkungan, Andi juga menyoroti sulitnya mendapatkan pekerjaan. Di usianya yang ke-40 tahun, ia mengaku belum memiliki pekerjaan tetap.

“Saya sebagai pribumi belum ada kegiatan yang pasti ataupun yang menetap,” ungkapnya.

Ia menilai informasi lowongan kerja dari pemerintah belum tersosialisasi secara maksimal kepada masyarakat di tingkat kelurahan. Meski mengakui bahwa informasi lowongan terkadang ada, ia menyebut aksesnya tetap sulit.

“Walaupun ada juga, tetap susah,” katanya singkat.

Menurut Andi, lapangan pekerjaan bagi warga lokal perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Intinya lapangan pekerjaan juga harus untuk pribumi,” tegasnya.

Soroti Bantuan Sosial

Terkait bantuan sosial, Andi juga mempertanyakan ketepatan sasaran program yang ada, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH). Ia menyebut keluarganya tidak pernah menerima bantuan tersebut.

“Kalau di rumah enggak ada yang dapat PKH,” ujarnya.

Ia menduga masih ada persoalan dalam pendataan penerima bantuan. “Kadang yang didaftarin kurang tepat sasaran. Ya, kadang yang kenal-kenal saja,” katanya.

Minim Sosialisasi di Tingkat Kelurahan

Andi juga mengaku belum pernah berkomunikasi langsung dengan pihak kelurahan, bahkan tidak mengetahui secara pasti nama lurah yang menjabat di Kelurahan Panggung Rawi.

“Belum pernah ngadep. Belum tahu juga lurahnya siapa,” ujarnya.

Ia menilai kurangnya sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat membuat program pemerintah tidak berjalan optimal.

“Gimana mau programnya berjalan, kenal saja enggak,” ucapnya.

Harapan untuk Pemerintah Kota

Di akhir wawancara, Andi berharap Pemerintah Kota Cilegon dapat lebih memperhatikan masyarakat kecil, memperbaiki infrastruktur, serta memastikan program berjalan merata dan tepat sasaran.

“Masih banyak yang harus dibenahi, kayak infrastruktur juga. Yang penting itu lapangan pekerjaan dan pemerataan bantuan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta tanggapan dari pihak Kelurahan Panggung Rawi dan Pemerintah Kota Cilegon guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut terkait keluhan warga tersebut. (*).

Example 120x600