CILEGON, JURNALKUHP.COM — Lurah Bagendung, Eha Nursoleha, S.E., memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kelurahan Bagendung sepanjang tahun 2025 dalam sesi wawancara podcast bersama JURNAL KUHP yang digelar di Kantor Kelurahan Bagendung, Kota Cilegon, Jumlah (20/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat tetap menjaga semangat pelayanan dan kebersamaan meski sedang menjalankan ibadah puasa.
“Mudah-mudahan walaupun kita sedang berpuasa tetap semangat melayani masyarakat,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, Kelurahan Bagendung berhasil meraih berbagai prestasi baik tingkat kota maupun provinsi. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah penghargaan kelurahan terbaik tingkat provinsi dengan peringkat kedua. Menurut Eha, keberhasilan tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif warga.
“Perjuangannya luar biasa dan itu semua atas dukungan masyarakat. Tanpa masyarakat kami bukan apa-apa, karena kami pelayan masyarakat dan milik masyarakat,” katanya.
Selain prestasi, perubahan signifikan juga terjadi pada aspek kependudukan. Jumlah penduduk meningkat dari sekitar 3.700 jiwa pada 2021 menjadi sekitar 7.750 jiwa pada 2025. Pertumbuhan tersebut dipicu pesatnya pembangunan perumahan, sehingga wilayah yang dahulu tergolong tertinggal kini berkembang menjadi kawasan yang lebih maju.
Dalam menjalankan pembangunan, pemerintah kelurahan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kecamatan, dinas terkait, puskesmas, stakeholder lokal hingga masyarakat dan pemuda setempat. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan terutama dalam menekan angka pengangguran dan penanganan stunting.
Program yang berjalan selama 2025 sebenarnya telah dirintis sejak beberapa tahun sebelumnya, kemudian diperkuat melalui berbagai inovasi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Eha menjelaskan, pemerintah kelurahan terlebih dahulu melakukan pendekatan sosial sebelum menjalankan program teknis. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mendengar kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan muda yang rentan menganggur.
“Kita harus merangkul masyarakat dulu. Kita harus tahu keinginannya masyarakat, terutama kaum muda,” jelasnya.
Kelurahan kemudian memfasilitasi kerja sama dengan pihak pengelola kawasan pembuangan sampah agar warga memperoleh kesempatan bekerja. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan berkurangnya angka pengangguran.
Di bidang kesehatan, pemerintah kelurahan fokus pada penurunan stunting. Melalui koordinasi lintas sektor bersama dinas kesehatan, kecamatan, puskesmas, kader kesehatan dan masyarakat, dibentuk satuan tugas (satgas) stunting.
Program unggulannya berupa dapur khusus stunting yang menyediakan makanan tambahan bergizi bagi anak berisiko stunting.
“Ini bukan hanya pemerintah saja, tapi semua stakeholder kita libatkan agar angka stunting turun,” ujar Eha.
Berbagai program tersebut membawa dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari berkurangnya pengangguran, penanganan stunting yang lebih terstruktur, meningkatnya partisipasi warga hingga berkembangnya wilayah menjadi kawasan yang lebih maju.
Ke depan, pemerintah kelurahan berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Kunci keberhasilan itu kepedulian. Kalau pemimpin tidak peduli masyarakat, sangat sulit membangun wilayah,” pungkasnya.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi























