CILEGON, JURNALKUHP.COM — Camat Cilegon Maman Herman memaparkan capaian kinerja Kecamatan Cilegon sepanjang tahun 2025 dalam kegiatan podcast dan dialog publik bersama insan pers di Aula Lembaga Ke-26, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Senin (26/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di tingkat kecamatan tidak lepas dari kekuatan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.
Di hadapan para lurah, tokoh masyarakat, kader PKK, tenaga kesehatan puskesmas, serta perwakilan lembaga keagamaan dan kepemudaan Maman menyampaikan bahwa Kecamatan Cilegon mampu menjalankan berbagai program prioritas meski di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan sosial yang cukup kompleks.
“Justru dalam keterbatasan itulah kita dituntut berpikir kreatif, luas, dan sabar. Dari situ lahir inovasi, kolaborasi, dan kekuatan bersama untuk membangun wilayah,” ujar Maman.
Ia menjelaskan, di bidang kesehatan, Kecamatan Cilegon mencatat keberhasilan signifikan dalam penanganan stunting melalui kerja terpadu antara puskesmas, kader PKK, dan perangkat kelurahan. Upaya tersebut bahkan membuahkan prestasi dengan diraihnya 10 penghargaan dalam satu event kesehatan tingkat kota, sebagai pengakuan atas kinerja terbaik tenaga kesehatan dan kader lapangan.
Di sektor pelayanan publik, pemerintah kecamatan terus mendorong peningkatan kualitas layanan kelurahan agar lebih cepat, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Selain itu, pendekatan jemput bola kepada masyarakat juga diperkuat guna memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Sementara di bidang pemberdayaan sosial dan ekonomi, Kecamatan Cilegon memfokuskan program pada penguatan UMKM lokal dan peningkatan keterampilan warga.
Sejumlah wilayah, seperti Kelurahan Bagendung dan Ketileng, menunjukkan perkembangan signifikan dalam jumlah dan kualitas pelaku usaha mikro, khususnya di sektor kuliner, kerajinan, dan jasa.
Pemerintah kecamatan memberikan pendampingan berupa fasilitasi perizinan, pelatihan manajemen usaha, hingga akses pemasaran agar UMKM mampu naik kelas dan berdaya saing.
Dalam upaya menekan angka pengangguran, Maman menegaskan pentingnya membangun pola pikir produktif masyarakat, tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan praktis dan jejaring komunitas. Kecamatan Cilegon secara aktif mendorong pelatihan kerja berbasis potensi lokal serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya bertanya apa yang didapat dari pemerintah, tetapi juga apa yang bisa diberikan untuk lingkungannya.
Dengan semangat kebersamaan, insya Allah kita bisa membangun Kecamatan Cilegon yang mandiri dan berdaya saing,” katanya.
Di bidang infrastruktur dan sarana-prasarana, pemerintah kecamatan terus melakukan perbaikan jalan lingkungan, drainase, serta fasilitas umum melalui sinergi program pemerintah kota dan aspirasi masyarakat yang dikawal oleh anggota DPRD. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Menutup paparannya, Camat Maman Herman mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga pelaku usaha, untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Kecamatan Cilegon yang maju, sehat, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi





















