CILEGON, JURNALKUHP.COM — Pemerintah Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, menorehkan sejumlah capaian kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan menitikberatkan pendekatan langsung ke masyarakat, penguatan UMKM, penanganan stunting, serta respons cepat terhadap persoalan sosial dan kebencanaan.
Lurah Deringo, Ubay Uswaidi, S.E., menegaskan bahwa strategi utama pemerintah kelurahan selama 2025 adalah aktif turun ke lapangan guna memastikan program tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
“Kalau kita tidak turun langsung ke lapangan, kita tidak akan tahu kondisi riil masyarakat. Karena itu, kami rutin mendatangi warga, terutama pelaku UMKM, untuk melihat langsung kendala yang mereka hadapi,” ujar Ubay kepada Redaksi Jurnal KUHP, Selasa (6/1/2025).

Dalam penguatan sektor ekonomi kerakyatan, Kelurahan Deringo aktif mendampingi pelaku UMKM, mulai dari produsen es cincau hingga emping. Pemerintah kelurahan bahkan turun langsung bersama Camat Citangkil untuk melihat proses produksi dan pemasaran UMKM es cincau.

Namun demikian, Ubay mengungkapkan masih adanya persoalan klasik, khususnya pada pelaku emping yang sebagian besar hanya berperan sebagai buruh produksi dengan upah sekitar Rp5.000 per liter. Menurutnya, UMKM tersebut membutuhkan sentuhan permodalan agar dapat mandiri, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran.

“Harapan kami mereka bisa punya bahan sendiri, produksi sendiri, dan menjual sendiri, sehingga UMKM bisa naik kelas,” tegasnya.

Di bidang sosial, Kelurahan Deringo mencatat keberhasilan dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sepanjang 2025, tiga unit rumah berhasil dibangun, dua melalui program CSR dan satu melalui Program Salira, yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, kelurahan juga sigap menangani dampak cuaca ekstrem. Saat terjadi pohon tumbang yang menimpa rumah warga, pemerintah kelurahan bersama RT/RW dan masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan sehingga masalah dapat diselesaikan dengan baik.

Capaian paling signifikan dirasakan pada sektor kesehatan, khususnya penanganan stunting. Melalui kolaborasi dengan Yayasan Baitul Mal Berlian, Puskesmas, dunia swasta, serta dukungan lintas sektor, program dapur penanganan cegah stunting telah berjalan selama tiga bulan dengan hasil nyata.
“Awalnya jumlah stunting di Kelurahan Deringo sekitar 75 anak. Alhamdulillah, sekarang tinggal 9. Ini progres luar biasa, dan harapan kami ke depan bisa zero stunting,” ungkap Ubay.
Program ini dinilai efektif karena dilakukan secara terintegrasi, dengan Puskesmas sebagai pemegang kewenangan pemantauan kesehatan balita, sementara CSR dan stakeholder lain mendukung intervensi gizi dan pendampingan.
Sementara itu, terkait Koperasi Merah Putih, Ubay mengakui kendala utama masih pada permodalan dan perubahan mindset masyarakat. Meski demikian, pihaknya telah mengajukan proposal bantuan serta mendorong keterlibatan aktif RT, RW, LPM, kader, dan Linmas sebagai anggota awal koperasi guna memperkuat fondasi kelembagaan.
“Supaya koperasi ini bisa berjalan, kita dorong unsur RT dan RW menjadi anggota, sehingga pergerakan awal koperasi bisa lebih kuat,” jelasnya.
Di bidang kepemudaan, sinergi dengan Karang Taruna tetap terjaga meski keterbatasan anggaran. Salah satu program nyata adalah pelatihan instalasi listrik hasil kolaborasi Karang Taruna dengan Politeknik PGRI, sebagai upaya peningkatan keterampilan pemuda.
Menutup refleksi 2025, Ubay menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kota Cilegon agar ke depan memberikan perhatian lebih pada penanganan rumah tua, sanitasi, jambanisasi, serta penguatan UMKM di Kelurahan Deringo.
“Secara umum sanitasi sudah cukup baik, tapi tetap perlu penanganan lanjutan. UMKM juga terus kami dorong, alhamdulillah sebagian sudah berkembang dan memasarkan produknya secara online,” pungkasnya.
Redaksi.























