Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaIndustriLaporan KhususSosial

Puluhan Anak Jalanan Masuk Bali Tanpa Identitas, Lurah Gilimanuk Minta ASDP Perketat Pengawasan

×

Puluhan Anak Jalanan Masuk Bali Tanpa Identitas, Lurah Gilimanuk Minta ASDP Perketat Pengawasan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


BALI, JURNALKUHP.COM – Fenomena anak jalanan yang nekat menyelinap masuk ke Bali semakin meresahkan. Sepanjang tahun 2025, puluhan anak jalanan, mayoritas di bawah umur, terciduk di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Ironisnya, mereka ditemukan tanpa identitas resmi. Sebagian bahkan menyelinap di truk barang, sementara yang lain melakukan tindakan merugikan warga seperti memalak pengguna jalan maupun pengunjung toko.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Belakangan, terungkap bahwa anak-anak jalanan ini bisa membeli tiket penyeberangan menuju Bali tanpa harus menunjukkan kartu identitas.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, mengungkapkan pihaknya bersama Kapolres Jembrana dan Dandim 1617/Jembrana sudah melakukan koordinasi dengan pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk.

“Kemarin kita sempat mendampingi Kapolres dan Dandim berkomunikasi ke ASDP Gilimanuk untuk disampaikan juga ke ASDP Ketapang,” jelas Tony saat dikonfirmasi, Minggu (7/9).

Dalam komunikasi tersebut, lanjutnya, pihak kelurahan menyampaikan tiga poin penting. Pertama, memastikan seluruh pengguna jasa penyeberangan tercatat dalam manifest resmi untuk menghindari penumpang ilegal. Kedua, memperketat aturan pembelian tiket, khususnya bagi anak jalanan yang tidak memiliki identitas resmi.

“Selanjutnya, diharapkan pihak ASDP atau perusahaan pelayaran harus tegas menolak kelompok anak jalanan yang naik kapal tanpa tiket, atau membawa tiket tapi tidak sesuai identitas,” tegasnya.

Tony juga meminta agar agen-agen tiket di sekitar pelabuhan mematuhi standar operasional prosedur (SOP). Hal ini penting untuk mencegah potensi masalah di kemudian hari, terutama mengingat pengalaman pahit tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Juli 2025 lalu. Dalam insiden tersebut, sejumlah penumpang ternyata tidak tercatat di manifest, sehingga menyulitkan proses pencarian dan pertanggungjawaban.

“Semoga pihak pelabuhan khususnya ASDP benar-benar bisa menerapkan aturan dan bersikap tegas terhadap agen-agen tiket yang bermain di luar aturan,” tutupnya.

Red.

Example 120x600