SERANG, JURNALKUHP.CON – Aliansi Mahasiswa Peduli Etik (AMP-E) mengumumkan telah menerima dukungan luas dari beragam organisasi kemasyarakatan dan kelompok mahasiswa se-Provinsi Banten. Dukungan ini menjadi landasan kuat bagi aliansi untuk segera menyusun teknis pelaksanaan aksi besar dengan nama GERUDUK KP3B.
Koordinator AMP-E, Aldy, menyampaikan pernyataannya di Serang, Sabtu (11/7/2026). Ia menjelaskan tujuan utama aksi ini adalah menuntut lembaga berwenang di KP3B untuk segera mengambil keputusan tegas terkait jabatan Gubernur Banten.
“Tujuan utama aksi GERUDUK KP3B ini adalah menuntut segera diturunkannya Andra Soni dari jabatan Gubernur Banten dan dikembalikan ke tempat asalnya. Beliau dinilai telah sangat mencoreng dan mengotori marwah Banten dengan adanya dugaan tindakan asusila terhadap perempuan yang kini sedang menjadi sorotan publik,” tegas Aldy.
Menurutnya, dukungan yang mengalir dari berbagai elemen menunjukkan kemarahan dan rasa malu bersama masyarakat Banten atas dugaan pelanggaran berat yang dilakukan oleh orang nomor satu di daerah ini.
“Kami tidak bergerak sendirian. Puluhan ormas, himpunan mahasiswa, hingga komunitas warga telah menyatakan sikap bersatu bersama kami. Ini adalah bukti bahwa rakyat Banten tidak mau lagi dipimpin oleh sosok yang diduga telah melukai harga diri dan martabat perempuan,” tambahnya.
Saat ini tim AMP-E bersama perwakilan pendukung sedang menyusun Teknis Pelaksanaan (Teklap) aksi GERUDUK KP3B. Rencananya, aksi damai ini akan berlangsung dalam waktu dekat dengan sasaran utama Kantor KP3B.
Aldy menegaskan aksi ini dilakukan secara tertib dan damai, namun pesan yang disampaikan harus didengar dengan serius oleh pihak berwenang.
“Kami akan segera mengumumkan waktu, titik kumpul, serta poin tuntutan lengkap setelah teknis final disusun. Kami menuntut keadilan bagi korban dan pemimpin yang menjaga kehormatan Banten,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait serta memberikan ruang hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
(Red





















