LEBAK, JURNALKUHP.COM – Beredar isu di tengah masyarakat bahwa Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya disebut-sebut mendatangi kediaman Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, dan peristiwa tersebut dinilai oleh sebagian pihak hanya sebuah prank atau candaan semata.
Menanggapi hal tersebut, Amir Hamzah selaku Wakil Bupati Lebak saat dikonfirmasi wartawan Jurnalkuhp.com memberikan klarifikasi terkait kejadian sebenarnya.(Sabtu/4/4/2026)
Ia menjelaskan bahwa benar Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya datang ke rumahnya dengan didampingi Sekda, Triyana (King Cobra), serta Kiai Bukhori. Namun, menurutnya, kedatangan tersebut tidak disampaikan terlebih dahulu sehingga menimbulkan kesan yang kurang nyaman.
“Saya meluruskan, betul bupati telah datang ke rumah didampingi Sekda, Triyana (King Cobra) dan Kiai Bukhori. Sebagai muslim saya menyambut baik dan memaafkan. Tapi kedatangannya tidak memberi tahu dulu. Kiai Bukhori bilangnya mau datang saja, ternyata membawa bupati di mobilnya. Demikian juga Sekda tidak bilang-bilang mau datang ke rumah. Saya kaget tiba-tiba Bupati Hasbi sudah ada di dalam rumah,” ujar Amir Hamzah.
Menurutnya, komunikasi yang baik seharusnya dilakukan terlebih dahulu sebelum kunjungan dilakukan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Maksud saya jangan begitu caranya. Sekda, King Cobra dan Kiai Bukhori sebaiknya menyampaikan dengan baik kepada saya. Bupati silakan telepon atau WA saya. Kalau kemarin disampaikan secara pribadi, saya pasti memaafkan dan persoalan ini tidak akan berlarut,” lanjutnya.
Ia juga menilai situasi tersebut terkesan dipaksakan karena tiba-tiba banyak wartawan sudah berada di depan rumahnya tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Jadi kesannya seperti membohongi dan dipaksakan oleh Sekda, King Cobra dan Kiai Bukhori. Ujug-ujug sudah banyak wartawan di depan rumah. Padahal kalau telepon pribadi atau WA pribadi, saya akan maafkan dan persoalan ini tidak berlarut,” tegasnya.
Amir Hamzah menambahkan, secara pribadi dirinya telah memberikan maaf atas kejadian tersebut. Namun, terkait penilaian publik, ia mempersilakan masyarakat untuk menilai sendiri.
“Ke saya mungkin sudah minta maaf dan saya maafkan, tapi ke publik mungkin dianggap belum. Silakan saja, itu persoalan bupati dan publik,” pungkasnya.
Sementara itu, Redaksi Jurnalkuhp.com telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya melalui nomor WhatsApp. Namun, nomor tersebut diketahui sedang tidak aktif. Meski demikian, Redaksi tetap berupaya menghubungi pihak-pihak terkait lainnya guna memenuhi asas keberimbangan dalam pemberitaan.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi berlebihan serta tetap menjunjung prinsip pemberitaan yang berimbang dan objektif.
(Hendri/red).























