SERANG, JURNALKUHP.COM – Aliansi Mahasiswa Peduli Etik (AMPE) menyampaikan pernyataan sikap resmi yang tegas terkait dugaan pelanggaran berat yang menjerat Gubernur Banten. Organisasi ini secara tegas menuntut orang nomor satu di Provinsi Banten untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Tuntutan ini disampaikan menyusul adanya laporan resmi yang telah diserahkan kepada Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) terkait dugaan tindak pidana rudapaksa. Selain itu, juga terindikasi pelanggaran etika jabatan serta upaya penutupan akses keadilan bagi korban yang dinilai sangat mencoreng nama baik pemerintahan dan martabat masyarakat Banten.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Etik, Aldy, menyampaikan pernyataannya di Serang, Jumat (10/7/2026):
“Kami menyampaikan sikap ini demi kehormatan seluruh warga Banten. Bukan Banten yang tidak beretika, melainkan etika Gubernur sendirilah yang telah mencoreng marwah Banten. Kami merasa sangat malu menjadi warga Banten ketika memiliki pemimpin yang diduga bertindak kotor, melanggar hukum, dan menginjak harga diri sesama manusia. Adanya laporan dugaan rudapaksa yang telah masuk ke Komnas Perempuan adalah fakta kelam yang tak bisa ditutup-tutupi.”
Aldy menegaskan pemimpin tertinggi daerah wajib menjadi pelindung dan teladan, bukan justru diduga melakukan kejahatan yang merugikan kelompok rentan.
“Laporan ke Komnas Perempuan membuktikan ini bukan sekadar isu politik, melainkan dugaan pelanggaran berat hukum dan kemanusiaan. Jika Gubernur masih memiliki rasa tanggung jawab dan rasa malu yang sama dengan kami rakyatnya, ia harus segera mundur dan membiarkan proses hukum berjalan tanpa perlindungan jabatan,” tegasnya.
Dalam surat tuntutan yang dibacakan, poin utamanya meliputi:
1. Menuntut pengunduran diri Gubernur Banten paling lambat 7 hari kerja;
2. Meminta Komnas Perempuan mengusut tuntas laporan tersebut serta menjamin keamanan dan keadilan bagi korban;
3. Mendesak DPRD Banten dan aparat penegak hukum memproses perkara ini secara objektif tanpa pandang bulu.
Aliansi juga menegaskan siap mengambil langkah lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi atau diabaikan.
“Kami siapkan Aksi Massa Gabungan Mahasiswa Se Banten jika tuntutan diabaikan, Banten miliki kecenderungan untuk meluruskan Peristiwa hina Dina ini! Andra Soni segera Mundur atau Kami segera Letupkan Aksi Massa ini!” Tutup Aldy.
Hingga berita ini ditayangkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan dan klarifikasi sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.
(Red





















